Bingung Mau Pilih Siapa

Pemungutan suaranya memang masih lama, sekitar tiga bulan lagi, tepatnya Senin, 10 Januari 2011 seperti yang dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur, Jabar. Tapi rasa bingung mau milih siapa dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) kali ini, sudah lengket di pikiran.

Mestikah saya golput? Bagi saya itu bukan pilihan bijak, sekalipun golput juga adalah sebuah pilihan. Saya tetap menganggap pemilu dan pemilukada penting, sekalipun saya hanya memiliki satu suara. Tapi kok bingung siapa yang harus saya pilih? Bagaimana pula bila istri saya, bapak/ibu mertua dan saudara-saudara saya, bertanya kepada saya, “siapa yang harus dipilih nanti?” (maklumlah, sekalipun cuma orang biasa, namun saya kerap juga jadi referensi dalam urusan coblos-mencoblos ini he he he…).

Siapa yang harus saya sebutkan bila mereka bertanya begitu? Atau, mestikah mereka juga saya ajak untuk golput? Wah, celaka! Saya bisa-bisa dibui dengan tuduhan memprovokasi orang lain untuk menggagalkan pemilukada. Sebab kata orang-orang yang terkait dengan pelaksanaan pemilu/pemilukada, mengajak golput kepada orang lain termasuk pelanggaran hukum, sekalipun golput itu sendiri adalah sebuah pilihan dalam berdemokrasi.

Ah jadi tambah bingung nih! Padahal saya sendiri belum tentu golput. Saya hanya bingung mau milih siapa dalam pemilukada kali ini. Soalnya ada delapan pasang bakal calon (balon) kepala daerah (bupati/wakil bupati) Cianjur periode 2011-2016 yang terdaftar di KPUD setempat, yakni lima pasang dari jalur parpol dan tiga pasang dari jalur non-parpol alias independen.

Mereka -- nama-nama lengkapnya dapat dilihat di sini – memang layak menjadi pemimpin, dan saya yakin pula mereka pun punya bekal kepemimpinan yang memadai. Apalagi mereka yang berasal dari birokrasi. Pengetahuan, pemahaman dan pengalaman dalam pemerintahan, tentunya telah mendarah-daging.

Tapi bagi saya persoalannya bukan cuma itu. Saya ingin bupati dan wakil bupati Cianjur periode mendatang itu merupakan pemimpin-pemimpin yang tidak mementingkan diri, keluarga dan kelompoknya, bersungguh-sungguh melaksanakan apa yang dijanjikannya saat kampanye, serta mau mendengar keluhan-keluhan rakyat untuk kemudian diwujudkan dalam suatu program pembangunan yang terencana.

Sederhana bukan? Bahkan keinginan seperti itu akan sangat mudah dilaksanakan oleh kepala daerah yang tanpa gelar kesarjanaan sekalipun. Tapi lagi-lagi persoalannya bukan sekedar itu. Persoalannya justru terletak pada niat sesungguhnya para balon bupati dan wakil Cianjur itu: apa tujuan sesungguhnya mereka ingin menjadi pemimpin?

Itulah yang belum saya dengar dari mereka yang kini tercatat di KPUD Cianjur sebagai balon bupati dan balon wakil bupati. Makanya saya bingung mau milih siapa.

11 komentar:

bolehngeblog mengatakan...

kalau bingung harus milih diantara beberapa pilihan, lebih baik ask the audience aja atau phone a friend aja, biar gampang...heheheh..

Bolehngeblog

NENSA MOON mengatakan...

Pa Asep ga usah bingung.... ikuti kata hati aja, mungkin itu akan lebih baik daripada mengikuti kata 'mereka'...
Semoga Cianjur bs mendptkan seorang pemimpin yg dapat mewujudkn semua impian warganya.

joe mengatakan...

jujur waktu pilkada di daerah saya, saya juga tidak memilih. dan bagi saya tidak memilih juga sebuah pilihan, apalagi jika pilihan yang tersedia tidak cukup berkualitas

aan mengatakan...

suasana ini mirip di tmpt sy bang rasyid,,mau deket2 pilkada ,, :D

Cinta Puguh mengatakan...

memilih adalah hak kita sbg rakyat,jika kita memilih maka upayakan memilih calon pemimpin yg terbaik menurut hati nurani kita .. :-)

kalau perlu sebaiknya juga sholat istikharoh agar kita diberikan petunjuk tentang pilihan yg terbaik ..

D3nBa9as mengatakan...

Salam

OH, mau ada pemilukada Bupati Balon kota Cianjur periode 2011-2016 yach Pak...
Semoga sukses tanpa kerusuhan..

Berkunjung dan silaturahmi sekalian menambah ilmu dan pertemanan.

Salam kawan

Herdoni Wahyono mengatakan...

Era otonomi daerah telah digulirkan dan 'fenomena' pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung oleh rakyat amat menarik untuk diamati dan dibicarakan.
Pemilukada Kabupaten Cianjur ini ada kemiripan dengan Pemilukada Kabupaten Magetan yang telah dilaksanakan beberapa tahun lalu yaitu Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah semuanya maju mengikuti Pemilukada dengan kendaraan politik masing-masing. Kita yang ada 'dibawah' kadang bingung mau pilih siapa karena semuanya adalah 'bapak kita'. Semuanya adalah putra terbaik di daerah. Memang banyak terjadi di daerah, Bupati dan Wakil Bupati maju bersaing memperebutkan 'orang nomor satu'. Mengapa mereka tidak bersatu untuk maju bersama pada jabatan periode kedua ? Kabupaten Ngawi dan Sidoarjo selama 2 periode dijabat oleh Bupati dan Wakil Bupati yang sama dan sekarang Wakil Bupati tersebut naik menjadi Bupati.
Semoga pemilukada Kabupaten Cianjur berjalan dengan tertib, aman dan sukses. Amanat rakyat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Rakyat semakin sejahtera dan makmur.

Ferdinand mengatakan...

pilihan yg susah klo udah dihadapkan pada Pemilu... pengen Golput tapi bukan pilihan terbaik.. pengen milih terlalu banyak calonnya yg demikian juga janjinya haha... pilihan terakhir ditanganmu Mas hhe....

om rame mengatakan...

mengenai piLihan, semua adaLah piLihan. termasuk tidak memiLih adaLah juga piLihan. tetapi daLam tidak memiLihpun hendaknya tetap datang, dengan demikian tujuan kedatangan kita ke tercermin bahwa kita adaLah pemiLih, namun berdasarkan persepsi piLihan masing2.

Bunglon Blog Indonesia mengatakan...

saya juga terkadang memilih golput mas ntah kenapa untuk menentukan pilihan jika tidak sreg saya jadi bimbang. tapi begitulah hidup semua harus berani memilih menggunakan suara kita untuk menentukan masa depan yang lebih baik dengan pilihan yang tepat, insyaallah

Ferdinand mengatakan...

GImana Mas? udah niat memilih salat satu atau Golput?.....hhe semua ditangamu hhe...

Posting Komentar