Pemilukada Cianjur: Mencari Pemimpin yang Amanah

Dalam beberapa bulan ke depan, hiruk-pikuk pesta demokrasi di Kabupaten Cianjur, Jabar, akan dimulai. Rakyat akan kembali diajak datang ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilihnya, memilih bupati dan wakil bupati Cianjur periode 2011-2016.

Antusiaskah rakyat Cianjur menyambut Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), yang pemungutan suaranya dijadwalkan Januari tahun depan? Bagi mereka yang berniat mencalonkan sebagai calon bupati dan calon wakil bupati, pemilukada memang disambut sangat antusias. Begitu juga bagi partai politik, pemilukada ibarat perayaan pernikahan yang sangat ditunggu-tunggu pasangan calon pengantin.

Tapi bagi rakyat sendiri, Pemilukada 2011 itu tampaknya masih dianggap dingin. Bahkan dari beberapa obrolan saya dengan para tetangga di kampung, ada kesan mereka tak mau ambil pusing. Hal itu mungkin karena rakyat jenuh. Sebab memang diera reformasi ini begitu sering kita menyelenggarakan pemilu, mulai dari pemilu tingkat desa, tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pemilu nasional. Wajar bila rakyat jenuh.

Apalagi memang hasil pemilu, dalam semua tingkatannya, mengesankan tidak menjadikan kehidupan rakyat lebih baik, kecuali bagi mereka yang beruntung bisa duduk di kursi empuk DPR/DPRD dan beruntung menjadi pemimpin. Bagi mereka, pemilu dalam semua tingkatannya adalah cara instant untuk bisa kaya mendadak.

Lalu, apakah hal serupa juga akan terjadi dengan hasil Pemilukada Cianjur 2011 nanti? Mungkinkah hasilnya hanya akan tetap menempatkan rakyat sebagai masyarakat yang tidak berdaya, sementara mereka yang merasakan kehidupan lebih baik serta merasakan kesejahteraan yang meningkat signifikan adalah bupati/wakil bupati terpilih bersama kroni-kroninya?

Sekalipun memang realitas yang kita temukan dari hasil pemilu dan pilkada (dulu namanya pilkada, bukan pemilukada) itu terkesan tidak menunjukkan keadaan kehidupan rakyat yang lebih baik, tapi barangkali tidak baik juga berprasangka buruk atas sesuatu yang belum terjadi.

Siapa tahu, kali ini, dari sejumlah tokoh yang belakangan muncul sebagai bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Cianjur itu, ada yang benar-benar bersosok pemimpin yang amanah. Dia tidak mengejar kekuasan untuk kemudian duduki dan dinikmatinya selama lima tahun. Tapi dia mengejar kekuasaan untuk kemudian mengendalikan kekuasaannya untuk kepentingan rakyat yang dipimpinnya.

Saya sebut “mengejar kekuasaan”, sebab pemimpin-pemimpin di negeri ini, mulai dari bupati, walikota, gubernur dan presiden, muncul karena proses formal bernama pemilu. Dan mereka baru bisa ikut dipilih rakyat dalam pemilu kalau mereka sebelumnya didaftarkan oleh partai politik sebagai calon bupati, walikota, gubernur atau presiden. Kalau pun melalui jalur independen, mereka harus memiliki dukungan rakyat secara formal berupa tandatangan dan KTP. Jadi ketika mereka masuk dalam proses pemilu maka sesungguhnya mereka sedang mengejar kekuasaan. Persoalannya, apa yang mereka lakukan setelah mendapat kekuasaan? Amanah atau hianat?

Kalau setelah mereka mendapat kekuasaan itu mereka hanya duduk dan menikmatinya saja, maka dia termasuk pemimpin yang hianat. Apalagi bila mereka bersenang-senang dengan uang negara, maka mereka sesungguhnya adalah pemimpin yang berjiwa dan berhati tikus. Sebaliknya, kalau setelah mereka mendapat kekuasaan lalu mereka mengendalikan kekuasaannya untuk kepentingan rakyat yang dipimpinnya, maka merekalah pemimpin yang amanah.

Sebab memang yang disebut amanah berkonsekwensi terhadap terpenuhi kepentingan orang lain. Dalam kaitan pemilukada, tentu yang disebut orang lain itu adalah rakyat atau masyarakat di daerah bersangkutan. Dan yang disebut kepentingan rakyat adalah semua program pembangunan yang memungkinkan rakyat dapat hidup lebih baik. Pelaksanaan pembangunan itu sendiri akan berjalan dengan baik kalau dana pembangunannya tidak dikorupsi.

Seperti itulah saya kira Pemilukada Cianjur Tahun 2011 harus diletakkan – mencari dan memilih sosok pemimpin yang amanah.

9 komentar:

Fajar mengatakan...

masih susah om.....

Lanny Nurani mengatakan...

Sebagai warga Cianjur saya hanya terpikir, jangan2 saya akan memiliki Pemimpin dari uang untuk uang...

Darin mengatakan...

Meski banyak sudah pengalaman dan kabar miring, namun harapan untuk mencari pemimpin seperti itu harus tetap ada.

Tuhan takkan mengubah suatu kaum, sehingga kaum itu mengubahnya sendiri.. :)

Semoga Cianjur mendapat pemimpin yg amanah!

agus mengatakan...

itu mah bukan pesta rakyat,,
tapi pesta buat partai politik,,
apalagi kalau sudah menang,,
lupa dengan janji-janjinya,,

Rahasia Misteri mengatakan...

Wahh,, tetep semangat ya .. ^^

rizal mengatakan...

daerah saya udah selesai yang katanya pesta rakyat...

mundo_idiot mengatakan...

semoga mendapatkan pemimpin yang diharapkan ,

Bang rachmat mengatakan...

memang rakyat sudah jenuh dengan banyaknya pemilu, sebenarnya yang rakyat inginkan hanya bisa hidup aman, tentram, sejahtera tidak peduli siapa pemimpinnya.

NENSA MOON mengatakan...

Sosok pemimpin yang benar2 amanah...?!
Mungkin untuk mencarinya saat ini bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami...
Namun bagaimanapun harapan haruslah tetap ada... semoga saja warga Cianjur dapat menemukan pemimpinnya yg amanah..

Posting Komentar