Mbah Maridjan dan Sumpah Pemuda

Apa kaitannya mBah Maridjan dengan Sumpah Pemuda? Memang secara langsung tidak ada. Bahkan untuk ikut memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kamis 28 Oktober 2010 pun, Juru Kunci Gunung Merapi itu sudah tidak bisa. Sebab beliau keburu wafat bersama puluhan warga Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, akibat letuhan Gunung Merapi, Senin lalu.

Namun kalau kita cermati, ada hal yang layak jadi renungan kita, khususnya para pemuda, disaat kita memperingati Hari Sumpah Pemuda, sekaligus disaat negeri kita tengah diguncang berbagai bencana alam. Yakni kesetiaan mBah Maridjan pada sumpahnya untuk menjadi juru kunci Gunung Merapi. Tapi untuk itu kita agaknya perlu memperjelas dulu istilah “juru kunci”.

Memang di beberapa tempat, apalagi bila terkait dengan makam-makam keramat, juru kunci merupakan sebutan lain untuk kuncen. Aktivitasnya, merawat makam keramat, memberi penjelaskan kepada para tamu yang berziarah ke sana perihal “ketokohan” orang yang kini makamnya dikeramatkan, serta memimpin doa-doa dan semacamnya.

Saya tidak tahu apakah di Gunung Merapi juga ada makam keramat dengan juru kunci mBah Maridjan, karena saya belum pernah bertandang ke sana. Tapi sebutan juru kunci yang melekat pada mBah Maridjan, seperti yang saya baca dari media, tampaknya memang berbeda dengan sebutan juru kunci di tempat yang ada makam keramatnya. Tugas mBah Maridjan sebagai juru kunci tak lain untuk menjaga Gunung Merapi, seperti diungkapkan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sebagai juru kunci Gunung Merapi, kata Sri Sultan, selama ini memang mBah Maridjan sulit untuk diajak mengungsi setiapkali Gunung Merapi memasuki fase erupsi. “Itulah wujud tanggung jawab dia sebagai juru kunci yang selalu menjaga Gunung Merapi,” katanya seperti ditulis Harian Pelita

Perannya seperti itu agaknya bisa lebih diperjelas dengan pesan mBah Maridjan sendiri yang disampaikan kepada KH.Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU). Kata Pak Kiai di Harian Pelita (Kamis/28/10/2010), mBah Maridjan pernah berpesan dalam bahasa Jawa, yang kalau diterjemahkan artinya `Anda adalah teman dari orang-orang besar, harus serius dan bersungguh-sungguh, semoga alam ini tentram`.

“Pesan itu sangat dalam artinya,” ujar KH.Khasyim Muzadi yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS).

Memang Pak Kiai tidak menjelaskan sedalam apa pesan mBah Maridjan itu untuk para pengambil kebijakan di negeri ini. Tapi pesan seperti itu agaknya bisa lebih menguatkan tugas mBah Maridjan sebagai juru kunci penjaga Gunung Merapi. Dengan kata lain, juru kunci sebagai penjaga hutan dan lingkungan alam. Sebab memang khabarnya begitulah sumpah mBah Maridjan ketika diangkat sebagai juru kunci Gunung Merapi oleh Keraton Ngayogyakarta.

Pesan dan sumpah itulah yang layak kita renungkan, khususnya para pemuda, disaat kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. Khususnya lagi terkait sumpah “bertanah air satu, tanah air Indonesia”. Sebab sumpah semacam itu sesungguhnya tidak semata janji kita untuk menjaga kesatuan dan persatuan negeri ini. Namun juga menjaga “tanah” dan “air” itu sendiri, yang merupakan bagian terpenting dari hutan dan lingkungan hidup. Tanpa tanah dan air, kita bisa apa?

Karena itu menjaga “tanah” dan “air” sama pentingnya dengan menjaga keutuhan Republik Indonesia. Apalagi kondisi lingkungan alam kita belakangan ini disebut-sebut sudah banyak yang rusak. Hutan-hutan banyak yang gundul; sungai-sungai banyak yang tercemar limbah industri. Hal itu memang dampak lain dari derap pembangunan. Atau dengan kata lain, alam memang harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Tapi tak bisakah kita mengurangi dampak negatif dari upaya pemanfaatan alam itu?

Dengan ilmu dan teknologi yang semakin maju, saya kira dampak negatif itu bisa ditekan sekecil mungkin. Dan untuk itu, pemuda yang dalam sejarah kita telah terbukti selalu menjadi pelopor perubahan, tentu dapat lebih menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup sebagai wujud sumpah pemuda “bertanah air satu tanah air Indonesia”. Jadi di sinilah saya kira letak kaitan mBah Maridjan dengan Peringatan Sumpah Pemuda.

6 komentar:

NENSA MOON mengatakan...

Keteguhan mbah Marijan akan sumpahnya sbg juru kunci Merapi sungguh tak tergoyahkan, bahkan sampai maut menjemput. Patut diacungi jempol...!!

Sudah selayaknya pemuda dan seluruh generasi bangsa mencontoh teladan 'keteguhan' nya dalam memegang sumpah...

Jika setiap orang di negri ini siapapun dia, bisa lebih teguh, jujur dan bertanggung jawab khususnya terhadap alam dan lingkungan... Insya Allah alam mungkin akan lebih bersahabat lg dgn kita... mungkin tdk akan ada lg bencana ataupun tragedi di negri ini.

joe mengatakan...

dan mbah marijan telah menjaga tanah dan air nya hingga nafas terakhirnya...

fuad mengatakan...

makin sedikit di dunia ini,sseorang seperti mbah marijan,beliau tak hanya menikmati apa yg elah diberikan merapi kepadanya tapi dia juga tetap bersama merapi saat mengamuk dgn letusannya

abuy dinar mengatakan...

sudah tahu bahaya akan datang .... kenapa tidak menghindar????

Herdoni Wahyono mengatakan...

Memang sosok mbah Maridjan ini dapat menjadi teladan bagi lainnya. Mengabdi dengan hati yang teguh. Memang kita prihatin dengan kondisi alam lingkungan di Indonesia. Cukup banyak bukit dan hutan yang rusak dan 'gundul'. Banyak sungai yang tercemar limbah industri. Banyak upaya Pemerintah dalam menanggulangi keadaan seperti ini seperti reboisasi, rehabilitasi hutan dan lahan, pembuatan kebun bibit, pembangunan dam penahan, penyuluhan kepada kelompok tani, bantuan bibit tanaman kayu-kayuan dan buah-buahan, kampanye dan gerakan penanaman satu miliar pohon, one man one tree, pembuatan instalasi pengolahan air limbah, program kali bersih, monitoring dan evaluasi terhadap industri yang membuang limbahnya ke sungai, pengawasan dan sebagainya. Bagaimana hasilnya ? Momen peringatan Soempah Pemoeda beberapa waktu yang lalu dapat dijadikan titik awal dimulainya gerakan cinta tanah air Indonesia. Dengan cinta tanah air Indonesia berarti juga kita ikut menjaga kelestariannya. Walau tidak mudah, namun upaya-upaya untuk menanamkan rasa cinta tanah air Indonesia ini harus dilakukan sejak dini dalam hati sanubari adik-adik kita. Semoga alam lingkungan Indonesia hijau, lestari dan membawa manfaat bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

sherlina mengatakan...

www.indobet77.com

Master Agen Bola , Casino , Tangkas , Togel Terbesar
dan Terpercaya Pilihan Para Bettor

Promo Terbaru :
- Bonus  10% New Member Sportsbook
- Bonus 5% New Member Casino Online
- Bonus 10% Setiap Hari Bola Tangkas
- CASHBACK untuk Member
- BONUS REFERRAL 5% + 1% Seumur Hidup

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : indobet77_sb2@yahoo.com
- EMAIL : indobet77@gmail.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7238
- WECHAT : indobet77
- SMS CENTER : +63 905 213 7238
- PIN BB : 2B65A547 / 24CC5D0F

Salam Admin ,
http://indobet77.com/

Poskan Komentar